Tuntutan Pekerjaan dan Kelelahan Pekerja

Menunjukkan hubungan hanya antara tuntutan pekerjaan, kontrol pekerjaan dan tidur dan kelelahan di jeda waktu 1 tahun). Tinggi pekerjaan tuntutan dan kontrol pdekerjaan yang rendah berhubungan dengan peningkatan tidur yang berhubungan dengan masalah sepanjang waktu. teori kontrol, teori pemulihan dan teori beban kerja mengatakan bahwa pengulangan kombinasi negatif dari kerja yang tuntutan tinggi dan pekerjaan pemulihan kontrol rendah akan memberikan dampak kesejahteraan negatif.

Dengan cara membandingkan karyawan dengan tekanan yang tinggi dengan tekanan yang rendah atau pekerja pasif. Dapat disimpulkan Pekerja yang terkena tekanan tinggi disebuah lingkungan kerja memang didapatkan hasil kualitas tidur yang terburuk. Keluhan tidur mereka juga meningkat sepanjang waktu. Karyawan dalam lingkungan kerja pasif atau rendah tekanan dilaporkan lebih rendah skornya artinya dengan rendah tekanan karyawan mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik dibanding dari pekerja yang mempunya tekanan yang tinggi, dan tidak menunjukkan signifikan peningkatan indikator yang signifikan pemulihan mereka sepanjang waktu

Tidur sangat penting untuk keseimbangan fisiologis dan jangka panjang kesehatan dan mental. Khususnya, dalam penelitian ini menunjukkan bahwa para pekerja dalam pekerjaan aktif stabil juga mengalami kelelahan tingkat tinggi dan kualitas tidur yang berkurang. Mereka tampaknya mengalami masalah serupa dengan dalam memulihkan tidur diri mereka ketika selesai dari bekerja.

Hasil menunjukkan bahwa kerja dengan kontrol tinggi tidak selalu mengurangi kelelahan, justru yang mempengaruhi akibat dari dampak tuntutan yang tinggi dalam bekerja . Bisa jadi tuntutan pekerjaan yang tinggi membuat jam kerja menjadi lebih lama, yang pada akhirnya mengurangi waktu untuk pemulihan dan tidur. Hal itu disebabkan pekerjaan yang mempunyai tuntutan yang tinggi menyebabkan keasyikan kognitif dengan pekerjaan akhirnya menjadi manifestasi stress dalam mental pekerja tersebut sehingga menjadi stressor di awal jika tuntutan tersebut tidak dikerjakan dan akan berlanjut menjadi pemicu stressor selanjutnya yang akan terbentuk sebagai antisipasi stress seperti takut akan kehilangan pekerjaan.

Secara psikologis, baik manifestasi dan antisipasi stres tampaknya menjadi faktor kunci dalam insomnia. Bila diasumsikan hubungan sebab akibat antara tuntutan pekerjaan dan pekerjaan kontrol (A), di satu sisi, dan kualitas tidur dan kelelahan (B) di sisi lain, perubahan dalam A harus menghasilkan berubah di B (Taris dan Kompier, 2003). Penelitian ini mengungkapkan bahwa transisi dari tekanan yang rendah terhadap pekerjaan yang memiliki tekanan tinggi berkaitan dengan peningkatan di seluruh waktu tidur menjadi masalah, tapi ditemukan tidak menemukan bukti untuk efek positif yang signifikan dari perubahan dari tekanan tinggi terhadap pekerjaan tekanan yang rendah.

Ini menunjukkan bahwa efek samping dari memiliki pekerjaan yang tinggi-tekanan sedemikian rupa sehingga mereka tidak diselesaikan dengan mudah bila perubahan terjadi, ini lah yang dimaksud dengan efek akumulasi.

Tidur ataupun istirahat adalah hal yang sangat penting untuk pekerja, kebijakan yang bagus( pekerjaan kontrol) tidak akan menjadi efektif apabila tidak disertai kebijakan untuk memperhitungkan antara beban/tuntutan kerja yang tinggi dengan porsi istirahat yang akan mempengaruhi kualitas tidur. Hal ini sangat menjadi penting karena akan menjadi kerugian untuk perusahaan tersebut apabila kehilangan pekerjanya karena sakit akibat terakumulasi dari stress dan kelelahan.

Tuntutan pekerjaan yang tinggi akan mempengaruhi psikologis pekerja, sedangkan beban kerja akan mempengaruhi fisik pekerja. Jika negatif akibat kerja tersebut tidak diakomodir akan terlihat kepada seorang pekerja yang akan menambah jam kerjanya.Belum lagi batas kemampuan baik secara fisik sampai psikologis pria dan wanita berbeda.

2 thoughts on “Tuntutan Pekerjaan dan Kelelahan Pekerja”

Leave a Reply