Kemendes PDTT Dorong Bumdes dalam Bangkitkan Ekonomi Desa

“Saat ini kami upayakan bangunkan kembali dengan berbagai ikhtiar,” ungkap Gus Menteri saat menjadi keynote speech di Webinar yang diselenggarakan Universitas Indonesia, Senin (06/07/2020). Begitulah cuplikan pembicaraan gus menteri untuk mendorong bumdes menjadi salah satu penggerak perekonomian desa. Seperti yang diberitakan desajateng.com, Selasa 7 Juli 2020, yang lebih lengkapnya dibawah ini.

Menteri Desa Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada 51 ribu BUMDes di seluruh Indonesia. BUMDes-BUMDes itu akan digerakkan kembali setelah beberapa bulan terakhir sempat mati suri karena terdampak Covid-19.

Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) memberikan pendampingan khusus bagi BUMDes, dalam rangka membangkitkan ekonomi desa pasca dilanda pandemi Covid-19.

Read more

17 Plus Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Desa

SDGs

Pembangunan berkelanjutan atau sebutan lainnya adalah “Sustainable Development Goals (SDGs)” terus digenjot oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT). Oleh sebab itu, Kemendes PDTT telah meramu dan menggodok 17 tujuan pembangunan desa berkelnajutan. Hal inj seperti yang diberitakan di desajateng.com, Kamis 23 Juli 2020 sebagai berikut.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar atau yang akrab disapa Gus Menteri ini menyatakan, 17 tujuan pembangunan desa itu akan terus disempurnakan.

Read more

3 Kemampuan Adaptasi Di Era Pandemi Covid 19

Pernikdesa.com. Pada hari Senin, tanggal 6 Juni 2020, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) yaitu bapak Abdul Halim Iskandar menjadi narasumber dalam Webinar. Webinar yang diadakan oleh Universitas Indonesia mengambil tajuk “Resiliensi Masyarakat Desa dalam Pandemi Covid-19.” Gus menteri, panggilan lain dari Menteri PDTT, memaparkan beberapa hal seperti yang dilansir dari jurnas.com seperti dibawah ini.

Read more