Membuka Usaha Penerbitan

Istilah Indie Label awalnya digunakan orang untuk penulis yang menerbitkan sendiri buku karangannya, untuk kemudian menjadi penerbit sendiri adalah bukan hal yang mustahil.

Dengan menerbitkan hasil karya sendiri, berarti Anda telah menempatkan diri sebagai seorang penulis sekaligus pengusaha, yang mana nantinya akan memberikan dua efek sekaligus, yaitu materi dan immateri.

Dari segi materi, Anda akan mendapat laba penjualan novel/buku yang jumlahnya pasti lebih besar daripada royalti yang didapat jika Anda menerbitkannya melalui penerbit lain. Sedangkan dari segi kepuasan immateri, Anda akan merasakan kebanggaan yang tak terkira karena hasil karyanya telah menjadi sebuah buku yang dapat dinikmati dan mungkin membantu banyak orang.

Kelebihan dari penerbitan indie adalah bahwa kita yang memegang semua kendali atas proses penerbitan hasil karya kita. Dari mulai awal proses penulisan sampai dengan pendistribusian kita bisa mengatur waktunya sesuai dengan keinginan kita. Hal ini jauh berbeda apabila kita mengirim naskah kita ke sebuah penerbit. Kita harus menunggu seleksi, kemudian menunggu proses editing, pracetak dan sampai proses cetak yang semuanya bisa memakan waktu dari 6 bulan hingga tahunan.

Berikut kiat-kiat yang dapat saya berikan :

Bab I Dokumen Perusahaan

1. Menciptakan nama perusahaan dan logo

Kecuali memang untuk sekali ini saja menerbitkan buku, maka Anda tetap wajib mendaftarkan pendirian badan usaha yang akan dijalankan. Untuk pembuatan paket perusahaan yang telah kita ketahui bersama, paling cepat memakan waktu selama 1 bulan (Akte Notaris, SIUPP, NPWP, Domisili dll). Dalam persiapan dokumen selama 1 bulan tersebut, dapat dibarengi dengan Proses Produksi (saya masukkan dalam BAB II).

Nama perusahaan sepenuhnya tergantung Anda atau pemberi modal, sementara untuk logo saya sarankan buatlah yang tidak menyerupai bentuk logo yang pernah ada, ini demi kelangsungan image logo perusahaan yang mungkin sudah terbentuk setelah buku pertama diterbitkan. Kalau bisa bawa logo tersebut ke Haki hanya untuk menanyakan ada tidak logo yang mirip dengan logo perusahaan yang akan dibuat (Hindari kesamaan!!).

Untuk bisa mendapatkan sertifikat merek, waktu yang diperlukan 20 bulan, inipun dengan catatan semua syarat telah terpenuhi dengan benar.

Nah waktu yang 1 tahun 8 bulan tersebut dapat kita pergunakan untuk mencetak dan menerbitkan buku dulu, tak perlu menunggu semua dokumen selesai.

Kesimpulannya:

Jika Dokumentasi badan hukum dibelakangkan, maka tidak masalah Anda langsung masuk ke proses produksi, dengan catatan sudah ada nama perusahaan berikut logonya. Perlu diingat : Logo & nama perusahaan tidak harus sama dengan logo penerbitan, namun untuk menghemat biaya gunakan nama & logo perusahaan sebagai nama penerbitan. (cara ini hanya dipergunakan bila tidak bermaksud serius menekuni dunia penerbitan, karena ini berarti nama & logo perusahaan adalah fiktif, karena badan usaha yang legal sejatinya memiliki dokumen sedikitnya 5 : Akte Notaris, SIUPP, NPWP, Domisili dan TDP).
Bersambung…

Leave a Reply