Membuka Usaha Penerbitan (Bagian Ketiga)

Bab I I Proses Produksi

GAMBARAN UMUM

Disini saya akan memberikan gambaran umum saja tentang pertanyaan mengenai Membuat Naskah Buku, Lay-out, Print-out & mock-up, bikin film, Desain Cover Buku & Mengurus Nomor ISBN

1. Naskah.

Poin ini pasti sudah jelas. Sebelum melakukan berbagai proses penerbitan, kita harus memiliki sebuah naskah. Naskah dapat diperoleh melalui menulis sendiri atau memperoleh dari orang lain.

2. Editing.

Setelah kita memiliki sebuah naskah, maka tahap selanjutnya adalah proses editing. Proses ini bertujuan ?mempercantik? naskah yang telah kita miliki agar nantinya dapat dinikmati oleh pembaca.

Jika kita belum mempunyai seorang editor tetap, kita bisa menggunakan jasa editor freelance.

3. Layout.

Pada tahap ini, naskah yang telah di-edit, kemudian di-layout menjadi sebuah buku sesuai spesifikasi yang telah kita tentukan sebelumnya. Proses layout ini mencakup layout isi dan cover yang juga bisa kita out-sourcing kepada para designer freelance.

Untuk Print Out, mock-up digunakan hanya bila kita kurang yakin pada percetakan yang kita tunjuk untuk mencetak naskah kita, karena percetakan yang berpengalaman akan mengerti dari layout yang kita berikan. Bisa juga bila kita hanya ingin percetakan tersebut sekedar mencetak naskah saja, sedang proses penjilidannya kita berikan ke tempat lain, maka mockup tersebut kita perlukan.

Sama halnya dengan membuat film baik b/w ataupun separasi, kita bisa menyerahkan file yang telah dilayout tersebut ke percetakan dan filmnya mereka sendiri yang akan membuat, saat ini sudah banyak percetakan yang memiliki mesin output film. Jika Anda ingin membuatnya sendiri dapat mendatangi tempat2 yang terpasang tulisan : Output Center, Color Separation, Blow up film, Hi-res Scanning dll. Kalau soal harga, kita akan coba di BAB III.

4. Cetak.

Setelah proses layout selesai dan kita sudah yakin akan tampilan isi dan perwajahan buku kita, sekarang saatnya kita mencetak buku tersebut.

Saat ini, sepanjang yang saya ketahui, para penerbit indie mencetak sebanyak 3000 eksemplar pada proses cetak pertama. Pada BAB III akan saya coba uraikan estimasi kalkulasinya.

5. Distribusi.

Setelah buku tercetak, pekerjaan kita selanjutnya adalah mendistribusikannya ke toko-toko agar pembaca dapat membeli buku tersebut. Dalam mendistribusikan buku-buku itu kita tidak perlu mengantarnya sendiri ke setiap toko buku, karena selain hal ini tidak efisien dan membuang banyak waktu serta tenaga, juga sangat tidak efektif, sebab kemampuan kita untuk mendistribusikan buku itu sendiri tidak akan bisa mencakup seluruh toko yang ada di Indonesia, padahal kita ingin agar buku-buku yang telah kita terbitkan itu bisa dipajang di seluruh toko di Indonesia. Lantas, bagaimana solusinya?

Solusi terbaik adalah menggunakan jasa distributor. Dengan menggunakan jasa distributor, semua buku kita akan tersebar ke seluruh toko buku di Indonesia. Biasanya para distributor itu akan meminta bagian sekitar 35% hingga 55% dari harga buku kita.

Mengenai HAKI, setahu saya dalam menerbitkan novel tidak perlu mengurus HAKI. Hanya saja, apabila ingin buku kita bisa diterima oleh toko-toko buku besar, biasanya kita diminta untuk memiliki nomor ISBN terlebih dahulu, dan pengurusan ISBN ini dapat dilakukan di Perpusnas (Perpustakaan Nasional) dengan biaya sebesar Rp. 25.000,-
Berikut hal yang perlu diketahui tentang pendaftaran ISBN di Perpusnas

Waktu Pelayanan :

Senin s.d. Jumat
Jam 09.00 s.d. 15.00 WIB
Istirahan jam 12.00 s.d. 13.00 WIB
Alamat Badan Nasional ISBN Indonesia (National ISBN Agency, Indonesia) :

Tim ISBN/KDT
Gedung Deputi I Blok A Lantai 2
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Jl. Salemba Raya 28A Jakarta Pusat 10430
Telp. 021-92920979, 021-68293700 (Direct)
Fax. 021-3927919, 021-70902017
Email : isbn@pnri.go.id, pusnaskadete@yahoo.com

Persyaratan ISBN
Keanggotaan
Untuk Memperoleh ISBN terhadap setiap terbitan, setiap pemohon harus terdaftar sebagai anggota ISBN.
Persyaratan permohonan ISBN adalah sebagai berikut:

1. Membuat surat permohonan atas nama penerbit dengan melampirkan:

    • Fotocopy halaman judul;
    • Fotocopy halaman balik judul;
    • Fotocopy daftar isi;
    • Fotocopy kata pengantar.

Surat permohonan berikut lampirannya dapat dikirimkan melalui Fax. (021) 3927919

2. Mengisi surat pernyataan sebagai anggota ISBN/KDT yang disediakan Tim (Cukup satu kali saja).

Permohonan ISBN/KDT ditujukan kepada:
Tim ISBN/KDT
Gedung Perpustakaan Nasional Republik Indonesia
Blok A Lantai II
Jl. Salemba Raya 28 A Jakarta Pusat
Kotak Pos 3624 Jakarta 10002
Telp. 021-92920979, 021-68293700 (Direct)
Fax. 021-3927919, 021-70902017
Email : isbn@pnri.go.id, cc: pusnas@rad.net.id

BIaya administrasi untuk pengurusan ISBN/KDT dapat ditransfer ke rekening :
Bank Mandiri Cabang Cut Meutia
No. GIRO 123 000 453 970 8 a.n. Tim ISBN/KDT Perpusnas RI
Setelah terbitan buku mendapatkan ISBN/KDT, kirimkan 1 (satu) eksemplar dari hasil terbitan tersebut kepada Tim ISBN/KDT agar mereka dapat memantau pemakaian ISBN/KDT anda.

Pengertian dan Fungsi
ISBN adalah singkatan dari International Standard Book Number (Nomor Buku Standar Internasional) yang terdiri dari deretan angka 10 digit sebagai pemberi identifikasi terhadap satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit.

ISBN memiliki fungsi :

    1. Memberikan identitas terhadap satu judul buku yang diterbitkan oleh penerbit
    2. Membantu memperlancar arus distribusi buku karena dapat mencegah terjadinya kekeliruan dalam pemesanan buku
    3. Sarana promosi bagi penerbit karena informasi pencantuman ISBN disebarluaskan baik oleh Badan Nasional ISBN di Jakarta maupun Badan Internasional ISBN yang berkedudukan di Berlin – Jerman.

Bentuk Penulisan dan Barcoding

Bentuk Penulisan ISBN

1. Pengenal kelompok (group identifier)
2. Pengenal penerbit (publisher prefix)
3. Pengenal judul (title identifier)
4. Angka pemeriksa (check digit)
5. EAN Barcode untuk produk terbitan (buku)
6. Angka pemeriksa setelah penggabungan dengan EAN Barcode

Barcode ISBN

EAN barcode terdiri dari 13 digit yakni 3 digit untuk produk terbitan, 9 digit untuk ISBN dan 1 digit sebagai check digit EAN barcode.

Penggabungan ISBN dengan EAN Barcode, menghasilkan angka digit 978 yang tercantum pada bagian bawah penomoran ISBN. Lambang angka digit 978 menunjukkan hasil produk terbitan.

Barcode bisa dibuat sendiri pakai program computer (saya menggunakan Corel BarCode). Jika Anda ingin mengurusnya di Perpusnas cukup bayar biaya adm 65ribu plus balik lagi seminggu kemudian utk ambil film barcodenya.

Sebagai catatan, ada seorang teman yang punya pengalaman dengan hal ini dimana uang yang ditransfer atas nama pribadi. Nggak tahu apa ini melenceng atau tidak. Yang jelas, buku-buku yang dulu dia terbitkan sendiri tidak didaftarkan ke perpustakaan nasional lagi. Cukup pakai nomor registri ISBN sebelumnya dan pakai program komputer seperti Corel BarCode, semuanya jadi beres.

Bersambung….

Leave a Reply