Membuka Usaha Penerbitan (Bagian Keempat)

GAMBARAN DETIL

Proses Produksi adalah kegiatan beberapa proses kerja, mulai dari persiapan sampai penyelesaian/finishing. Sebelum masuk ke BAB III kita perlu mengetahui proses produksi buku, karena dengan ini dapat ditentukan kualitas dan biaya produksinya.

1. Pembuatan Desain

Kegiatan ini meliputi analisis terhadap tipografi, warna, jenis susunan dan ilustrasi untuk dijadikan gambar kerja baik isi maupun kulit buku.

Jika Anda juga seorang desainer yang terbiasa dengan alat bantu manual seperti air brush, cat air, kertas gambar, pensil warna, rotring dan penggaris. Atau dapat mendesain menggunakan aplikasi desain dengan computer, maka Anda dapat menentukan sendiri berapa biaya yang diperlukan untuk desain yang dibuat. Dan menggratiskan bila semuanya modal sendiri. Namun begitu saya anjurkan untuk tetap dikenakan tariff agar didapat estimasi yang lebih akurat.

Menghitung harga atau ongkos pembuatan desain bisa berdasarkan jumlah jam ditambah bahan yang diperlukan, atau berdasarkan satu desain utuh, atau mungkin sudah ditetapkan harganya. Yang pasti desain ini diperlukan meskipun buku yang hendak diterbitkan mayoritas berisi teks.

Tentunya tidak enak dong bila buku Anda berisi teks melulu bahkan covernyapun Cuma teks? wah..!! ini sih saya juga malas untuk melihat apalagi membeli dan membacanya, karena buku kamuspun covernya beragam)

2. Pembuatan Setting

Banyak kerancuan yang terjadi di masyarakat umum tentang pengertian desain dan setting, mereka kebanyakan menyamakannya. Dalam hal ini mereka tidak dapat disalahkan. Hal ini berkat kemajuan teknologi, Mendesain & Setting dapat dilakukan oleh desainer menggunakan progam aplikasi desain yang sudah mendukung pengolahan gambar dan teks sekaligus.

Setting itu sendiri adalah kegiatan yang menyangkut analisis terhadap jenis huruf, korps huruf, bentuk huruf, susunan dan ukuran susunan huruf.

Ongkos setting buku pada umumnya disatukan dengan pembuatan desain, namun bila setting ini dipisahkan dengan pembuatan desain, biasanya dihitung berdasarkan jam penyelesaian setting, berdasarkan pengalaman dan berdasarkan jumlah lembar.

3. Montase

Adalah suatu kegiatan menata letak model atau hasil desain/setting yang akan dibuat film sesuai urutan halaman cetak buku. Ini berguna untuk memudahkan dan mempersingkat proses cetak dan tata letak halaman, sehingga pengeluaran besar biaya dapat dihemat dan waktu pengerjaan dapat dipersingkat.

Ada 2 cara montase halaman, yaitu :

    • Sistem Sisip, artinya letak dan nomor halaman berurutan dalam hasil montasenya sesuai dengan cara penyusunan katern isi bukunya yaitu sisipan. Sisitim ini biasanya digunakan untuk buku yang jumlah halaman isinya 96 ke bawah. Hal ini tidak berarti dengan sistem sisip kita tidak dapat membuat buku tebal, hanya dengan memilih teknik penjilidan yang benar, maka system sisip dapat juga digunakan untuk buku tebal. Misalkan dengan Jilid model Jahit, setelah 1 set buku tipis dijahit lalu set-set tersebut ditumpuk untuk kemudian dijilid menjadi buku tebal.

Contoh :
Karten sisip

    • Sistem Katern Tumpuk, artinya letak dan nomor halaman berurutan dalam hasil montasenya sesuai dengan cara penyusunan katern isi buku sistem tumpuk. Ini biasa digunakan untuk buku dengan jumlah halaman lebih dari 96 halaman.

Contoh :
Karten tumpuk
4. Pemrosesan Film

Kemajuan dalam pemrosesan film juga sangat pesat, kita tidak perlu lagi menjalani proses pengembangan dengan menggunakan cairan kimia, dan hebatnya lagi sudah banyak orang yang bergerak dalam bidang usaha pencetakan film output ini. Kita tinggal mendatangi tempat tersebut, menyerahkan file yang akan dibuatkan film positifnya (dewasa ini film positif yang lebih banyak digunakan), tunggu beberapa menit lalu keluarlah hasilnya.

Dengan hasil film tersebut kita dapat langsung ke percetakan dan menyerahkan film beserta bahan kertasnya untuk dicetak.

Dalam menghitung harga pembuatan film, pada umumnya berdasarkan per centimeter persegi dengan batas minimum tertentu luas film, artinya bila luas film yang kita buat kurang dari batas minimum tersebut (biasanya ukuran minimal adalah 21 x 30 cm2), maka harga yang diberikan akan sama dengan batas minimum tadi.

Film B/W hanya perlu sekali dicetak dengan alat cetak film, karena artinya hanya punya 1 warna yaitu Hitam, namun pada praktek cetaknya bisa dibuat sesuai dengan warna tinta cetak, jika tinta yang digunakan merah akan merahlah hasil cetaknya. Proses gradasi juga dapat digunakan dengan film B/W

Sedangkan untuk separasi terdiri dari 4 warna yaitu Cyan, Magenta, Yellow dan Black, hasil cetak film dari ke 4 jenis warna adalah sama yaitu Hitam. Percetakan sudah pasti mengetahui ini dan akan memberikan warna tinta cetak sesuai dengan ke 4 warna tersebut, hasilnya adalah separasi (full color). Itupula sebabnya seorang desainer yang berpengalaman untuk desain cetak, sudah pasti menggunakan format warna CMYK.

5. Pembuatan Master atau Pelat Cetak

Meski murah biaya, pembuatan master cetak sangat tidak dianjurkan bila hendak mencetak buku, karena bahan dari master cetak adalah kertas karton. Sifat kertas akan memuai bila beberapa kali dilalui tinta cetak, dan hasil cetak akan merenggang pula, tidak tepat lagi. Ini dianjurkan bila jumlah cetak yang dibuat tidak melebihi 200 lembar.

Pembuatan Pelat cetak adalah solusi terbaik saat ini, karena bahannya dari lempengan logam tipis, sehingga sifat memuainya sangatlah minim, sedang biayanya hanya lebih mahal sedikit saja dari master cetak.

Saat ini hampir semua percetakan memiliki alat pembuatan pelat cetak, sehingga mereka biasanya memberikan tarif cetak sudah termasuk pembuatan pelat cetak.

6. Pencetakan

Ini adalah kegiatan pemindahan gambar dari pelat cetak ke kertas dengan menggunakana mesin cetak offset, merek dan jenis mesin cetak ini beragam, juga kemampuan lebar kertas yang bisa dicetak, kemampuan warna yang dapat dicetak sekali jalan, dan kecepatan cetak.

Percetakan besar biasanya akan melakukan cetak coba untuk dapat dilihat si pemesan, dan telah disetujui (diproof), baru pencetakan masal dapat dilakukan.

Pada umumnya ukuran mesin cetak dibagi menjadi 3 golongan, yaitu :

    • Golongan ukuran kecil folio dan double folio
    • Golongan ukuran medium/setengah plano : 52 x 72 cm
    • Golongan ukuran plano besar 65 x 100 cm atau ada juga yang 72 x 102 cm (hal ini dikarenakan ukuran kertas lembar plano ada 2 macam)
  1. Potong, Poli, Embos, Sisir

    Setelah selesai cetak, hasil lembaran bertumpuk masih belum kering, sehingga akan lebih bijaksana untuk tidak melakukan pemotongan sebelum benar-benar kering. Proses potong dilakukan dengan menjepit tumpukan lembar hasil cetakan dengan daya pres tinggi, hal ini bisa berakibat tinta pada lembar yang satu akan menimbulkan bekas ke lembar lain. Setelah cukup waktu barulah lembar ini dipotong.

    Jika dalam buku yang akan dibuat ada lembar yang perlu dipoli/emboss, maka lakukan hal ini terlebih dahulu, jangan dilakukan proses sisir (memotong pinggiran lembar cetak). Jika proses poli/emboss selesai, baru lakukan proses sisir setipis mungkin. Proses sisir terakhir adalah setelah buku tersebut dijilid rapi.

    8. Penjilidan

    Penjilidan adalah proses penyelesaian, kegiatan ini menggabungkan antara hasil cetak isi dan kulit buku menjadi bentuk buku.

    Kegiatan penyelesaian terdiri dari:

 

    • Pekerjaan Melipat, untuk isi buku yang sudah dalam bentuk katern/set (lembaran kertas berukuran besar yang sudah dicetak)
    • Pekerjaan Mengomplit, mengumpulkan katern-katern sesuai urutan nomer halaman menjadi satu buku utuh agar siap dijahit.
    • Pekerjaan Menjahit, menjahit katern-katern dan kulit buku yang telah terkomplit menjadi satu buku, bisa dengan kawat, lem atau benang.

Leave a Reply