Aspal dan Jenis-jenisnya.

Aspal seringkali dipakai pada jalan raya yang ada di desa-desa. Ketika ada pembangunan jalan baik pembangunan jalan yang merupakan peningkatan jenis jalan dari jalan tanah maupun jalan yang sudah bermakadam, biasanya masyarakat desa mempunyai kecenderungan untuk memilih menjadi jalan aspal. Masyarakat desa khususnya yang merencanakan pembangunan jalan aspal sebaiknya mengetahui apakah aspal itu, ada berapa jenis aspal tersebut? Sebagai sekedar pengetahuan,  berikut ini beberapa pengetahuan tentang  definisi / pengertian aspal, jenis-jenis aspal, tipe-tipe aspal, aspal alam, aspal buatan, aspal minyak, aspal keras (asphalt cemen, AC), aspal cair (Cut Back Asphalt), aspal emulsi, aspal buton.

Definisi/Pengertian Aspal

Pengertian umum  aspal adalah material berwarna hitam atau coklat tua, pada temperatur ruang berbentuk padat sampai agak padat, yang terbuat dari komposisi Carbon, Hidrogen, Oksigen dan Nitrogen. Aspal juga dapat didefinisikan adalah material berwarna hitam atau coklat tua pada temperatur ruang berbentuk padat sampai agak padat, jika dipanaskan sampai temperatur tentu dapat menjadi lunak / cair sehingga dapat membungkus partikel agregat pada waktu pembuatan campuran aspal beton atau sapat masuk kedalam pori-pori yang ada pada penyemprotan/ penyiraman pada perkerasan macadam atau pelaburan. Jika temperatur mulai turun. Aspal akan mengeras dan mengikat agregat pada tempatnya (sifat Termoplastis)

  • Hidrocarbon adalah bahan dasar utama dari aspal yang umumnya disebut bitumen. Sehingga aspal sering juga disebut bitumen,
  • Aspal merupakan salah satu material konstruksi perkerasan lentur . Aspal merupakan komponen kecil . Umumnya 4 – 10 % dari berat campuran. Tetapi merupakan komponen yang relatif mahal
  • Aspal umumnya berasal dari salah satu hasil destilasi minyak bumi (Aspal Minyak) dan bahan alami (aspal Alam),
  • Aspal minyak (Aspal cemen) bersifat mengikat agregat pada campuran aspal beton dan memberikan lapisan kedap air. Serta tahan terhadap pengaruh asam, Basa dan garam,
  • Sifat aspal akan berubah akibat panas dan umur, aspal akan menjadi kaku dan rapuh dan akhirnya daya adhesinya terhadap partikal agregat akan berkurang.

Jenis Aspal Berdasarkan cara mendapatkannya

Aspal Alam :

Aspal Gunung (Rock Asphalt)

ex : Aspal P. Buton

Jenis aspal ini adalah aspal yang berasal dari batu batuan contohnya aspal dari pulau Buton (aspal buton). Aspal ini merupakan campuran antara bitumen dengan bahan mineral. Karena aspal buton merupakan bahan alam maka kadar bitumen yang dikandungnya sangat bervariasi seperti B10, B13, B20, B25 dan B30.

Aspal Buton. Aspal buton merupakan aspal alam yang berasal dari pulau buton, Indonesia. Aspal ini merupakan campuran antara bitumen dengan bahan mineral lainnya dalam bentuk bantuan. Karena aspal buton merupakan bahan alam maka kadar bitumennya bervariasi dari rendah sampai tinggi. Berdasarkan kadar bitumennya aspal buton dibedakan atas  B10, B13, B20, B25, dan B30 (Aspal Buotn B10 adalah aspal buton dengan kadar bitumen rata-rata 10%)

  • Aspal Danau (Lake Asphalt)

ex : Aspal Bermudez, Trinidad

Aspal Danau adalah jenis aspal yang diperoleh langsung dari alam tanpa proses penambangan karena dengan sendirinya muncul dipermukaan bumi kemudian terkumpul disebuah tempat yang sering disebut danau aspal, contoh aspalnya seperti dari Bermudez Trinidad.

Aspal alam ada yang diperoleh di gunung-gunung seperti aspal di pulau buton, dan ada pula yang diperoleh di pulau Trinidad berupa aspal danau. Aspal alam terbesar di dunia terdapat di Trinidad, berupa aspal danau. Indonesia memiliki aspal alam yaitu di Pulau Buton, yang terkenal dengan nama Asbuton (Aspal Pulau Buton). Penggunaan asbuton sebagai salah satu material perkerasan jalan telah dimulai sejak tahun 1920, walaupun masih bersifat konvensional. Asbuton merupakan batu yang mengandung aspal. Asbuton merupakan material yang ditemukan begitu saja di alam, maka kadar bitumen yang dikandungnya sangat bervariasi dari rendah sampai tinggi.

Produk asbuton dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu :1) Produk asbuton yang masih mengandung material filler, seperti asbuton kasar,asbuton halus,asbuton mikro, dan butonite mastik asphalt.2) Produk asbuton yang telah dimurnikan menjadi aspal murni melalui proses ekstrasi atau proses kimiawi

Aspal Buatan :

Aspal Minyak

Merupakan hasil destilasio minyak bumi

 

Berdasarkan jenis bahan dasarnya

  • Asphaltic base crude oil

Bahan dasar dominan aspaltic

  • Parafin base crude oil

Bahan dasar dominan parafin

  • Mixed base crude oil

Bahan dasar campuran asphaltic dan parafin

 

Berdasarkan bentuknya

  • Aspal keras/panas (Asphalt Cemen)

Aspal yang digunakan dalam keadaan panas dan cair, pada suhu ruang berbentuk padat

Aspal jenis ini digunakan dalam keadaan cair dan panas yang berbentuk padat  pada temperatur ruang  (25-30) derajat  celcius dimana untuk pemanfaatannya  dibutuhkan pemanasan dengan suhu yang tertentu . Pengelompokan aspal ini didasarkan atas  tingkat penetrasinya.

Syarat-syarat umum aspal cement adalah  :

a) Berasal dari destilasi minyak bumi

b) Mempunyai sifat yang homogen.

c) Kadar Parafin kurang dari 2%

d) Tidak mengandung air dan tidak berbusa jika dipanaskan sampai suhu 1750  C

 

*) Aspal keras pada suhu ruang (250 – 300 C) berbentuk padat

*) Aspal keras dibedakan berdasarkan nilai penetrasi (tingkat kekerasannya)

*) Aspal keras yang biasa digunakan :

–  AC Pen 40/50, yaitu aspal keras dgn penetrasi antara 40 – 50

–  AC pen 60/70, yaitu aspal keras dgn penetrasi antara 60 – 79

–  AC pen 80/100, yaitu aspal keras dengan penetrasi antara 80 – 100

–  AC pen 200/300, yaitu aspal keras dengan penetrasi antara 200-300

*) Aspal dengan penetrasi rendah digunakan di daerah bercuaca panas, volume lalu lintas tinggi.

*) Aspal dengan penetrasi tinggi digunakan untuk daerah bercuaca dingin, lalu lintas rendah.

*) Di Indonesia umumnya digunakan aspal penetrasi 60/70 dan 80/100.

 

  • Aspal dingin / Cair (Cut Back Asphalt)

 

Aspal cair merupakan campuran aspal keras dengan bahan pencair dari hasil penyulingan minyak bumi . Aspal yang digunakan dalam keadaan dingin dan cair, pada suhu ruang berbentuk cair. Aspal cair adalah campuran antar aspal semen dengan bahan pencair dari hasil penyulingan minyak bumi. Sehingga aspal ini berbentuk cair dalam temperatur ruang.ini. Berdasarkan bahan pencairnya dan kemudahan menguap bahan pelarutnya , aspal cair terbagi atas :

  1. Rapid Curing cut back (RC) aspal cair yang mudah larut dengan bahan pelarut premium. Jenis ini paling cepat menguap. Rapid Curing cut back (RC) merupakan aspal keras yang dilarutkan dengan bensin (premium), RC merupakan cutback asphal yang paling cepat menguap.

RC cut back asphalt digunakan sebagai:

  • Tack coat (Lapis perekat)

  • Prime Coat (Lapis resap pengikat)

 

  1. Medium Curing cut back (MC) merupakan aspal yang dilarutkan dengan bahan pencair yang lebih kental seperti kerosen. MC (Medium Curing cut back) merupakan aspal keras yang dilarutkan dengan minyak tanah  (Kerosine). MC merupakan cutback aspal yang kecepatan menguapnya sedang.

 

  1. Slow Curing cut back (SC) merupakan aspal yang dilarutkan dengan bahan pencair yang lebih kental seperti solar. Jenis aspal ini adalah jenis aspal yang paling lama menguap. SC (Slow Curing cut back) merupakan aspal keras yang dilarutkan dengan solar. SC adalah cut back asphal yang paling lama menguap.

SC Cut back asphalt  digunakan sebagai:

  • Prime  coat

  • Dust laying (lapis pengikat debu)

 

Cut back aspal dibedakan berdasarkan nilai viscositas pada suhu 600 (makin kental)

ex :

RC 30 – 60              MC 30 – 60                SC 30 – 60

RC 70 – 140            MC 70 – 140              SC 70 – 140

 

  • Aspal emulsi (emulsion asphalt)

Aspal yang disediakan dalam bentuk emulsi dan digunakan dalam kondisi dingin dan cair

*) Aspal emulsi adalah suatu campuran aspal dengan air dan bahan pengemulsi

*) Emulsifer agent merupakan ion bermuatan listrik (Elektrolit), (+) Cation ; (-) Annion

*) Emulsifer agent berfungsi sebagai stabilisator

*) Partikel aspal melayang-layang dalam air karena partikel aspal diberi muatan listrik.

 

Berdasarkan muatan listriknya, aspal emulsi dapat dibedakan atas ;

  1. Kationik,

Disebut juga aspal emulsi asam, merupakan aspal emulsi yang bermuatan arus listrik posirif

  1. Anionik,

Disebut juga aspal emulsi alkali, merupakan aspal emulsi yang bermuatan negatif

  1. Nonionik,

Merupakan aspal emulsi yang tidak mengalami ionisasi, berarti tidak     mengantarkan listrik.

 

  • Yang umum digunakan sebagai bahan perkerasan jalan adalah aspal emulsi anionik dan kationik.

 

Berdasarkan kecepatan pengerasannya aspal emulsi dibedakan atas

  • Rapid Setting (RS), Aspal yang mengandung sedikit bahan   pengemulsi sehingga pengikatan cepat terjadi. Digunakan untuk Tack Coat.

  • Medium Setting (MS), Digunakan untuk Seal Coat.

  • Slow Seeting (SS), jenis aspal emulsi yang paling lambat menguap, Digunakan sebagai Prime coat.

 

  • Tar

Tar adalah aspal yang diperoleh dari hasil penyulingan batu bara. (Jarang di gunakan karena cepat mengeras, peka terhadap perubahan temperatur dan mengandung racun.

 

Demikianlah informasi Jenis- Jenis Aspal yang admin bisa bagikan pada kesempatan kali ini, semoga dapat menambah ilmu kita semua.

 

(Sumber : http://ilmudasardanteknik.blogspot.co.id/2014/04/pegertiandanjenisaspal.html, http://civilkitau.blogspot.co.id/2014/03/jenis-jenis-aspal.html )

1 thought on “Aspal dan Jenis-jenisnya.”

Leave a Reply