Cara Menentukan Kebutuhan Unsur Hara pada Tanaman Padi

Ada 19 unsur makro dan mikro yang dibutuhkan tanaman, yaitu C, H, O, N, P, K, Ca, Mg, S, Fe, Mn, Cu, Zn, Mo, B, Cl, (Na, Si, dan Co). Unsur hara disebut esensial apabila memenuhi tiga syarat, yaitu (i) tanpa unsur tersebut tanaman tidak tumbuh, (ii) mengalami gejala kekahatan yang spesifik, dan (iii) berperan dalam proses metabolik tanaman. Na, Si, dan So belum digolongkan secara umum sebagai hara esensial untuk tanaman, karena tidak semua jenis tanaman membutuhkannya. Na dibutuhkan oleh tanaman chenopodiaceae dan tanaman yang adaptif pada kondisi salin. Hara Si banyak dibutuhkan oleh tanaman serealia seperti padi, tebu, dan jagung. Hara Cl merupakan unsur terbaru yang ditambahkan ke dalam daftar unsur esensial (Mengel and Kirkby 1987)
Hara makro ditemukan dan dibutuhkan tanaman dalam jumlah lebih besar dibandingkan hara mikro. Sebagai contoh, nitrogen ditemukan dalam jaringan tanaman lebih dari 100 kali lipat unsur mikro Zn.
Jika ditinjau dari sudut pandang fisiologi tanaman, cukup sulit mengelompokkan unsur hara berdasarkan ketentuan di atas, dilihat dari kadarnya dalam jaringan tanaman. Oleh karena itu pengelompokan berdasarkan atas fungsi biokimia di dalam metabolisme tanaman. Mengel dan Kirkby (1987) membagi unsur hara tanaman menjadi empat kelompok (Tabel). Kelompok pertama tergolong hara penyusun senyawa organik C, H, O, N, S. Karbon (C) diambil dalam bentuk CO2 dari udara atau HCO3dari dalam tanah. Hidrogen diambil dalam bentuk H2O dari larutan tanah atau udara lembab. Oksigen sebagian diambil dari O2 udara, sisanya diserap tanaman dari dalam tanah dalam bentuk ion-ion anorganik sederhana. Bentuk kation maupun anion yang diserap tanaman akan berperan dalam proses asimilasi, metabolisme tanaman, katalis enzim, dll.

Selanjutnya baca : Penentuan Unsur Hara pada Tanaman Padi

Leave a Reply