Pramuka dan Bumi yang Semakin Panas

Bumi kita sudah sangat tua, kurang lebih 4,5 miliar tahun yang lalu bumi kita diciptakan. Dulu bumi menjadi tempat yang nyaman bagi manusia, hewan, tumbuhan, dan makhluk hidup lainnya untuk hidup, tumbuh, dan berkembangbiak. Sesungguhnya Allah SWT dalam Surah Ar-Rum ayat 41 menjelaskan. Yang artinya:

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia……”

Allah SWT menciptakan manusia tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menjadi khalifah di bumi yang salah satu didalamnya untuk menjaga dan merawat bumi sebagai tempat tinggal mereka.

Dalam Dasa darma Pramuka kedua juga menjelaskan “Cinta Alam Dan Kasih Sayang Sesama Manusia.” Dari penjelasan-penjelasan di atas mungkin akan timbul pertanyaan besar dalam benak kita “Mengapa bumi sekarang sampai seperti ini? Siapa yang harus kita persalahkan?” Seharusnya yang harus dipersalahkan adalah manusia itu sendiri. Disinilah dituntut tanggungjawab manusia sebagai makhluk yang paling sempurna yang telah diciptakan Allah SWT. Jika manusia itu sudah berbuat maka haruslah manusia itu sendiri yang bertanggungjawab. Apabila manusia itu sudah merusak bumi, maka manusia itulah yang harus memperbaikinya.

Masalah yang ramai dibicarakan akhir-akhir ini adalah semakin naiknya suhu bumi. Menurut ilmuwan suhu bumi rata-rata naik 0,7 derajat celcius dibandingkan 100 tahun silam. Masalah tersebut dikenal dengan sebutan Global Warming atau Pemanasan Global. Sebenarnya apa yang dimaksud Pemanasan Global atau Global Warming? Mungkin banyak orang yang belum mengetahuinya atau bahkan belum menyadari tanda-tanda kalau bumi kita ini sudah semakin panas.

Global Warming terjadi karena Matahari memancarkan energi yang kemudian diserap oleh bumi. Energi yang diserap tersebut dipantulkan kembali dalam bentuk Radiasi Inframerah oleh awan dan permukaan bumi. Sebagian Inframerah akan tertahan oleh awan dan Gas Rumah kaca untuk dikembalikan ke bumi. Dalam keadaan normal efek rumah kaca sangat bermanfaat yaitu suhu siang dan malam tidak jauh berbeda. Dalam jumlah berlebihan efek rumah kaca menyebabkan Global Warming.

Semakin banyak gas rumah kaca di bumi maka semakin panas pula bumi itu. Dibuktikan juga oleh seorang ilmuwan bernama Joseph Fourler pada tahun 1824 bahwa efek rumah kacalah yang membuat bumi kita menjadi hangat.

Apakah sebenarnya gas rumah kaca sehingga memberikan dampak yang begitu besar terhadap bumi? gas rumah kaca adalah gas yang menimbulkan efek rumah kaca.

Yang termasuk gas rumah kaca adalah karbon dioksida (CO2), metana (CH4), uap air (H2O), dan lain-lain. Karbon dioksida dapat terbentuk melalui letusan gunung berapi dan yang paling banyak menghasilkanya adalah manusia. Saat manusia menghembuskan nafas maka keluarlah karbon dioksida. Jumlah yang dihasilkan perharinyapun banyak, bayangkan ada berapa miliar manusia di bumi ini? Itu baru salah satu gasnya, belum yang lain.

Gas lain yang juga menyebabkan Global Warming adalah dinitrogen oksida. Gas ini memang dihasilkan alami oleh tanah dan lautan, tetapi juga dihasilkan oleh pabrik dan kendaraan bermotor. Jika ada perbandingan 2:1 untuk yang tidak memiliki kendaraan bermotor dan yang memiliki kendaraan bermotor. Bayangkan jika ada 6,5 miliar manusia berapa banyak dinitrogen oksida terbuang tiap tahunnya?Lagi-lagi itu adalah perbuatan manusia. Bagaimana bumi ini akan kembali nyaman untuk dihuni seperti dahulu jika manusianya saja semakin banyak.

Satu contoh kasus yang paling parah adalah semakin maraknya penggundulan hutan. Padahal hutan adalah sarana untuk mengurangi karbon dioksida dan melalui bantuan matahari menghasilkan oksigen yang sangat dibutuhkan oleh manusia untuk bernafas. Bayangkan jika oksigen semakin berkurang? Manusia akan sulit bernafas, dan jika sudah tidak bisa bernafas lagi manusia akan mati. Sekarang saja oksigen sudah diperjualbelikan dengan harga tinggi. Mungkin beberapa ratus tahun yang akan datang jika kondisi alam semakin buruk kemungkinan oksigen semakin langka.

Tahukah anda bahwa Indonesia adalah penghasil karbon dioksida ke-21 terbesar di dunia. Untuk itu pada tanggal 3-14 Desember 2007 di Bali diadakan Konferensi Internasional yang dihadiri oleh negara-negara anggota PBB, terutama yang peduli terhadap lingkungan. Disana dibahas bagaimana mengurangi gas rumah kaca agar pemanasan global semakin berkurang sedangkan di Kyoto, pada tanggal 12 Desember 1997 diadakan perjanjian yang isinya tidak jauh berbeda dengan Konferensi Internasional di Bali, yaitu mengharuskan bagi negara-negara maju untuk menjadi pelopor untuk mengurangi gas rumah kaca.

Hal apakah yang terjadi jika pemanasan global terus terjadi? Salah satu hal yang terjadi adalah mencairnya es/salju abadi di kutub, baik utara maupun selatan. Terutama di kutub utara karena wilayah inilah yang paling rawan. Akibat mencairnya es tersebut kemungkinan satu abad lagi beruang kutub akan punah dari bumi ini atau bahkan tidak hanya beruang kutub, hewan lainpun dapat pula mengalami yang demikian. Akibat yang paling parah adalah naiknya permukaan air laut sampai 100 cm. Banyak pulau yang akan tenggelam,terutama negara-negara yang terdiri dari kepulauan, akan kehilangan beberapa pulaunya karena tenggelam.

Apalagi negara Belanda yang membendung laut untuk memperluas wilayahnya, kira-kira Belanda akan kehilangan 6% wilayahnya 100 tahun yang akan datang. Dari berbagai akibat yang ada yang paling memprihatinkan jika semua sumber makanan semakin berkurang dari mana manusia akan memperoleh sumber makanan? Karena sebagian lahan pertanian hilang.

Sebagai akibat lainnya dari pemanasan global adalah merebaknya berbagai penyakit seperti malaria. Karena suhu yang semakin hangat maka nyamuk dapat hidup di daerah yang hangat tersebut dan kemungkinan terjadinya penyakit malariapun semakin besar.

Dapatkah semua itu dicegah? Kemungkinan semua itu dapat dicegah dengan cara pemanfaatan energi matahari untuk menggantikan energi alam seperti batu bara, minyak bumi, dan lain-lain. Juga dengan menanam pohon agar jumlah karbon dioksida semakin berkurang, yang ketiga kita harus pola hidup sehat, seperti tidak menggunakan AC (Air Conditioner), botol semprot baik untuk minyak wangi, aerosol, dan lain-lain.

Sebagai pramuka yang baik, kita juga harus berperan serta untuk mengurangi pemanasan global. Diantaranya dengan cara:

  • Jika di rumah, antara lain:
    1. Gunakan listrik sebaik mungkin, jangan biarkan lampu kamar menyala ketika tidur. Bukankah seorang pramuka harus disiplin, berani dan setia? Disiplin mengatur waktu kapan harus menyalakan dan mematikan lampu, berani tidur di tempat gelap dan setia menjalankan perintah negara untuk berhemat;
    2. Biasakan sebelum tidur televisi sudah dalam keadaan mati. Karena seorang pramuka harus hemat, cermat, dan bersahaja. Hemat energi ,cermat terhadap lingkungan sekitar, dan bersahaja terhadap siapa saja;
    3. Biasakan jalan kaki jika ingin ke tempat yang dekat, jangan menggunakan sepeda motor karena akan menambah jumlah karbon dioksida;
    4. Bagi orang kaya, usahakan keringkan baju dengan sinar matahari saja, jangan menggunakan mesin pengering pakaian karena akan terjadi pemborosan energi listrik.

 

  • Di organisasi, antara lain:
    1. Usulkan pada pembina Anda untuk melakukan reboisasi agar jumlah karbon dioksida semakin berkurang;
    2. Jika perlu, lakukan sosialisasi pada anggota pramuka pada khususnya dan masyarakat pada umumnya mengenai pemanasan global dan hal lain yang terkait;
    3. Selalulah hidup dengan berdasar pada Dasa Darma dan Tri Satya dan tidak melupakan agama.

 

Sumber : Marapung, A. Muzi. 2008. Pemanasan Global. Solo: Tiga Serangkai

Leave a Reply